Senin, 05 Juli 2010

Si Cantik Mawar Batik

Parasnya cantik dan tak punya banyak duri. Bagaimana aromanya?

Parasnya elok. Aromanya pun semerbak wangi. Maka, pantaslah jika mawar diidentikkan dengan segala hal yang baik dan indah. Orang Barat misalnya, menyebut mawar sebagai lambang cinta dan kecantikan. Di negeri kita pun, mawar menempati posisi yang terhormat di antara jenis-jenis bunga lainnya.

Di acara-acara pesta, rona mawar kerap hadir. Saat tak ada pesta pun, mawar tetap saja pantas ditampilkan. Rangkaian mawar dalam jambangan, tentu dapat menyemarakkan ruang tamu, ruang keluarga, bahkan ruang makan. Anda tertarik?

Di dunia ini, terdapat lebih dari 100 spesies tanaman mawar. Jika selama ini, orang hanya mengenal mawar merah, putih, kuning, dan pink, maka pada awal tahun 2000-an, di Indonesia muncul mawar dengan corak baru mirip batik. Orang pun segera menyebutnya mawar batik. Sayangnya, belum begitu mudah menemukan jenis mawar yang konon berasal dari negeri Belanda ini.

Anna, pemilik Mulyadi Nursery, menjelaskan, cikal bakal mawar batik adalah persilangan antara mawar 'kampung' dengan mawar impor. Dari persilangan itu, awalnya hanya muncul dua warna, lalu disilangkan lagi hingga muncul corak bintik-bintik mirip batik. ''Mawar batik yang beredar sekarang bukan lagi hasil pembibitan awal penyilangan mawar kampung dengan impor, melainkan hasil perbanyakan melalui okulasi,'' papar perempuan yang menyenangi tanaman hias ini.

Banyak keunikan yang dimiliki mawar batik. Sejak masih kuncup, corak batiknya sudah terlihat. Ketika mulai mekar, corak batik itu kian jelas. Meski sepintas terlihat sama, sejatinya corak batik pada setiap helai bunga tidak ada yang sama. ''Dalam satu tanaman pun pasti coraknya berbeda,'' ujar Anna.

Keunikan lain, mawar batik tak punya banyak duri sebagaimana mawar biasa. ''Ada duri, tapi sangat jarang.'' Bagaimana dengan aromanya? Jika Anda penyuka bunga beraroma wangi, mungkin sekali akan kecewa. Sebab, meski berparas elok dan tergolong rajin berbunga, aroma mawar batik ternyata tak seharum mawar biasa. Itu mengapa, kata Anna, mawar batik kurang pas dijadikan bahan baku minyak bunga yang biasa digunakan industri parfum. ''Namanya juga hasil campur-campur (persilangan), jadi banyak kekurangannya, tidak begitu sempurna.''

Tidak sulit

Walau kurang wangi, mawar batik tetaplah memikat. Jangan takut gagal jika Anda tertarik mengoleksinya. Sebab, perawatan mawar ini tidak sulit. Nyaris sama dengan mawar pada umumnya.

Menurut Anna, mawar batik umumnya ditanam dalam pot. Media tanamnya adalah campuran sekam, kompos dan pupuk kandang, dengan perbandingan: satu banding satu. Ingin menanamnya langsung di lahan pekarangan? Bisa saja. Jika begitu, Anda tinggal mencampur media tanam tersebut dengan tanah.

Layaknya bunga mawar, mawar batik pun lebih menyukai kawasan dataran tinggi yang berhawa sejuk semisal Puncak, Lembang, atau Batu (Malang). Di kawasan-kawasan sejuk itu, mawar batik akan sangat rajin berbunga. Bunganya pun besar-besar.

Walau begitu, tak perlu kecil hati jika tempat tinggal Anda tidak berada di dataran tinggi. Anda tetap bisa kok menikmati keindahannya. Ingat, walau suka daerah dingin, mawar batik tetap menyukai cahaya matahari penuh. Cobalah rangsang pertumbuhan dan kesuburannya dengan pupuk NPK, minimal sebulan sekali.

Untuk menyiram tanaman dengan nama Latin, Rose sp ini, Anda perlu memerhatikan cuaca dan daerahnya. Pada musim panas, kata Anna, tak masalahjika setiap hari disiram. ''Tapi pada musim hujan, cukup dua hari satu kali.'' Namun, hati-hati saat menyiram. Penyiraman cukup pada medianya saja, tidak pada bunga atau daun. Guyuran air pada bunga dapat menyebabkan bunga rontok. Sedangkan tetesan air yang tertinggal di daun, bisa menimbulkan bintik-bintik di daun.

Bagaimana dengan hama? Kutu putih adalah hama yang kerap mengganggu mawar batik. Hama ini biasanya menempel di daun. ''Yang berbahaya adalah binatang mirip kumbang,'' kata pemilik lahan tanaman hias di Sengkaling, Malang ini. Binatang itu, kata Anna, melahap pucuk-pucuk daun yang baru tumbuh. Jika muncul hama pengganggu seperti ini, segera semprotkan obat pembasmi hama sampai telur-telurnya hilang. Mawar batik Anda pun selamat dan tetap memikat.

Agar Si Batik Rajin Berbunga

Mawar adalah tanaman yang dinikmati keindahan bunganya. Karena itu, sang pemilik selalu menginginkan tanaman mawarnya rajin berbunga. Tapi, bagaimana caranya agar mawar batik nan elok ini tak bosan menampilkan bunga-bunganya? ''Rajinlah memotong batang mawar,'' saran Anna.

Menurut Anna, mawar batik yang mekar bisa bertahan hingga tiga minggu. Nah, ketika bunga mawar itu sudah hampir kering dan rontok, segera potong batangnya. Tak lama kemudian, biasanya akan muncul cabang baru. Nah, dari cabang baru itu akan muncul bunga lagi dan seterusnya. ''Bila batang sering dipotong, makin tua tanaman itu, makin banyak cabangnya. Tinggi tanaman bisa mencapai satu meter, rimbun dan banyak bunganya,'' pungkas Anna.

Sumber: Republika Minggu, 13 Juli 2008



Tidak ada komentar:

Posting Komentar