Senin, 05 Juli 2010

Apu-apu, Pot Hingga Akuarium

Tanaman air memiliki keistimewaan yang berbeda dengan tanaman hias lain, diantaranya media tanaman air yang berupa tanah rawa. Ini karena tanaman ini semula adalah tanaman rawa yang biasanya tumbuh di persawahan dan rawa-rawa.

Demikian pula dengan media potnya. Seringkali, tanaman ini dijual di dalam pot ember hitam dari mulai ukuran kecil sampai besar. Pot ember ini memang paling ideal digunakan, bukan polibag seperti halnya jenis tanaman lain. Soalnya pot ember hitam tidak berlubang dibawahnya, sehingga air dibiarkan menggenang pada permukaan media. Nah, tanaman air butuh media yang lembab dan selalu basah.

Apabila ingin terlihat lebih estetis, pot ember dimasukkan kembali ke dalam pot atau tempayan tanah liat. lalu permukaan pot/tempayan dibiarkan tertutup air, sehingga ember hitam tidak terlihat jelas lagi. Jenis tanaman air yang berkarakter tinggi seperti misalnya futoy dan papyrus lebih cocok menggunakan pot tanah liat bermulut kecil dan tinggi, sehingga terlihat proporsional dengan tanaman. Sementara jenis eceng gondok, apu-apu, dan melati air dapat menggunakan pot tanah liat bermulut lebar dan sering disebut tempayan, agar tanaman yang daunnya indah seperti teratai, eceng , dan apu-apu dapat tumbuh beranak-pinak pada permukaan pot dengan media air saja.

Jika berdampingan dengan tanaman air lain, pot tersebut akan terisi media lain yaitu lumpur dan air yang menggenang. Apu-apu pun dapat diletakkan pada gelas aquarium kaca dan disimpan di teras rumah untuk memasukkan unsur air ke dalam rumah dengan pemanis penghijauan dari tanaman ini.

Sumber: Tabloid Nova, Selasa, 24 November 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar